Teror di Indonesia Irasional - Aburifq Site
Headlines News :
Home » , , » Teror di Indonesia Irasional

Teror di Indonesia Irasional

by :ASM. Romli

BOM meledak di Jakarta, Jumat (17/7/2009) pagi. Sekitar jam 14.30 WIB, saya mendapat undangan dari TVRI Jabar untuk menjadi narasumber acara talkshow, malam harinya. Tema sebenarnya soal "Peran Media dalam Sukses Pilpres 2009". Namun, karena isu bom Marriot & Carlton baru saja tercipta dan sangat aktual, up to date, presenter pun "terbawa arus" untuk bertanya soal pengeboman atau terorisme itu.

Jawaban saya singkat saja waktu itu. “Irrasional bombing! Bahkan, semua pengeboman atau kasus teror di Indonesia itu bagi saya irasional, tidak masuk akal!”. Sayang, karana keterbatasan waktu, saya tidak sempat menjelaskan irasionalitas teror di Indonesia itu. Makanya, saya akan jelaskan di kolom ini. Kalaupun baru sekarang saya tulis, semata-mata karena saya menunggu momentum sambil “uji empiris” pendapat saya itu dengan mengikuti perkembangan kasus.

Saya mulai dari Bom Bali 2002. Pasca tragedi WTC 11/9/2001, terorisme menjadi agenda publik warga dunia. Amerika Serikat (AS) me-launching kampanye perang global melawan terorisme (global war on terrorism). Isu pun muncul: Indonesia merupakan salah satu sarang teroris. Singapura turut memperkuat tuduhan itu. Opini publik pun tercipta: Indonesia, negeri Muslim terbesar di dunia, jadi sarang teroris!

Segenap elemen umat Islam, termasuk para ulama dan pimpinan ormas Islam, menolak tudingan itu. “Indonesia bukan sarang teroris!” kata mereka serempak. Namun, saat umat Islam menolak tudingan dari luar itu, tiba-tiba meledak bom Bali! Pertanyaannya, mengapa pengeboman itu dilakukan saat Indonesia dituding sarang teroris dan saat umat Islam menolak tudingan itu? Sejumlah kejanggalan pun, seperti banyak diungkap media dan tokoh Islam, terendus dalam kasus bom itu.

Setelah bom Bali, muncul serangkaian pengeboman lainnya. Pertanyaannya, mengapa yang disebut-sebut tokoh teroris justru bukan warga negara Indonesia, tapi Malaysia –Dr. Azahari dan Noordin M. Top. Mengapa mereka menjadikan Indonesia sebagai target/wilayah operasi pengeboman?

Sejumlah pertanyaan dan kejanggalan terus muncul dalam setiap kasus teror di negeri ini. Hanya satu jawaban yang rasional: teror itu rekayasa pihak tertentu untuk menenggelamkan citra Islam Indonesia, membasmi kekuatan Islam Indonesia, bahkan memberangus pesantren sebagai pusat pengkaderan ulama. Lihat saja, penggeladahan pesantren, penangkapan kyai, aktivis Islam, menjadi pemandangan “lazim” setiap kali ada kasus teror. Siapa sang “Grand Designer”?

Yang jelas, upaya pemburukkan citra Islam dan kaum Muslim melalui “instrumen terorisme” sudah menunjukkan hasil. Parpol Islam kolaps dalam pemilu. Ajakan dan seruan elite ormas Islam tidak lagi didengar massa umat.

Wajah-wajah “khas Islam” –Melayu, berpeci, janggut, sarung, baju koko— menghiasi layar kaca. Tidak ada “suspect teroris” yang bernuansa non-Muslim. Semua buronan, orang di DPO, “berwajah Islam”! Tiba-tiba banyak “mantan anggota Jamaah Islamiyah” muncul di televisi; seolah menguatkan opini bahwa JI itu ada dan mengancam.

Yang juga membuat teror di Indonesia irasional, yaitu tidak ada tuntutan politik dan klaim bertanggung jawab dari pihak mana pun begitu terjadi pengeboman. Di belahan dunia lain, ketika terjadi kasus pengeboman, lazim muncul klaim tanggung jawab dan tuntutan politis. Bom London untuk menghukum Inggris yang mengirim pasukan ke Irak, demikian juga bom Madrid.

Bom di Israel adalah bagian dari perlawaan pejuang Palestina. Bom Kashmir dari pejuang kemerdekaan. Tapi, bom di Indonesia? Tidak jelas arahnya, pelakunya, maunya, motifnya, kecuali hanyalah rekayasa, desain untuk kian membuat umat Islam terpuruk di negerinya sendiri.

Benar, pada 26 Juli lalu muncul blog mediaislam-bushro di blogspot yang menyatakan “bertanggung jawab” sekaligus motif dan terget pengeboman. Pertanyaan kita sederhana saja: mengapa klaim itu baru muncul setelah hampir dua minggu pengeboman terjadi? Belum lagi sejumlah kejanggalan dalam blog itu sehingga umat curiga: blog itu pun “rekayasa” hanya untuk mengaitkan terorisme dengan Islam dan kaum Muslimin, teror atas nama jihad, atau sekadar memperkuat opini publik yang telah tercipta: benar, umat Islam pelaku teror itu! Finally, ‘ala kulli hal… Again and again and again…. Islam menjadi terdakwa!

Opini yang dibangun atau terbangun selama ini, JI-lah sang pelaku teror. Analis politikDamien Kingsbury dari Deakin University, misalnya, dalam tulisannya yang dimuat Crikey.com dan situs ASPN (Asia Pacific Solidarity Network), “Bombings reboot Indonesia's vicious political circle”, mengatakan, mayoritas anggota JI sudah meninggalkan kampanye pengeboman karena terbukti kontraproduktif. Namun, faksi minoritas –termasuk di dalamnya Noordin Mohamad Top, Zulkarnaen, Dulmatin, dan Umar Patek, masih memilih “bombing campaign”. Faksi ini dikenal dengan nama “Tanzim Qaedat al-Jihad (Jihad Base Organisation)”. Sebuah bangunan opini yang juga selalu dikemukakan “pakar JI” Sidney Jones dari International Crisis Group.

Siapa sebenarnya JI, saya sudah saya tuliskan “my political instinct” soal itu di posting sebelumnya di kolom ini. Kini tugas kita, segenap umat Islam, turut mengusut siapa blogger mediaislam-bushro di blogspot itu sehingga bisa diketahui siapa sebenarnya pelaku teror dan –lebih penting lagi— siapa sang dalang di belakangnya yang membiayai dan mendesain. Malaysia mestinya tidak tinggal diam karena warga negaranyalah yang menjadi tersangka teroris di Indonesia.

Islam rahmatan lil ‘alamin. Muslim sejati tidak merusak, bukan fasid, tapi menyelamatkan Muslim lain dari gangguan lidah dan tangannya. Bacaan salam dalam penutup shalat, kiri-kanan, adalah simbol, sign, bermakna simbolik dan semiotik denotatif-konotatif, harfiyah-ma’nawiyah, “kaum Muslim senantiasa menebar kedamaian dan keselamatan”. Kaum Muslim bukan teroris! Allahu Akbar! Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*


NEXT POSTING: Mengapa Mereka Menebar Teror di Indonesia? Punya data dan masukan? Please comment or send it privately to my e-mail: romeltea@yahoo.com
Share this article :

3 comments:

ihsan laidi mengatakan...

Tulisan yang bermanfaat. benar sekali bahwa teroris itu bukan umat islam tapi orang kafir terlaknat yang sudah diperingatkan Allah untuk tidak merusak dimuka bumi. Ayooo.tinggal action-nya yang belum, yaitu dengan belajar dan berbuat untuk islam

Ummu Hudzaifah Al-Ghariby mengatakan...

Alhamdulillah...
Syukran sudah berbagi ilmu...

ihsan laidi mengatakan...

Tulisan yang bermanfaat. benar sekali bahwa teroris itu bukan umat islam tapi orang kafir terlaknat yang sudah diperingatkan Allah untuk tidak merusak dimuka bumi. Ayooo.tinggal action-nya yang belum, yaitu dengan belajar dan berbuat untuk islam

topads

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Aburifq Site - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya